3 Sep 2012

JIMAT BATU BERGAMBAR

Burung Rangkok
Teraskota Surabaya: Memiliki sejumlah batu bergambar sebagai barang koleksi merupakan kebanggaan tersendiri. 
Apalagi koleksi batu bergambar memiliki nilai kualitas terstandarisasi, misalnya gambarannya  manusia, binatang, dan benda lainnya sesuai anatominya, bagian-bagian badanya proporsional, strukturnya jelas, dan gambarnya menyiratkan satu arti dan satu makna.
Namun demikian masih ada saja penggemar batu bergambar/kolektor mengapresiasi batu bergambar dari sudut pandang atas metafisikanya,. misalnya sampai seberapa besar kualitas auranya atau khadamnya atau muatan gaya magnitnya. dan seberapa besar pengaruhnya terhadap orang/pihak lainnya. Sebenarnya sah-saha saja  setiap kolektor mengedepankan pilihan-pilihannya. Menempatkan batu bergambar sebagai bagian dari keindahan, rasa penghargaan kepada Tuhan YME yang maha pencipta, atau menghargai produk dalam negeri, atau  nilai subyektivitas yang terkait dengan metafisika. Kalau dikait-kaitkan dengan keindahan, keunikan, dan kelangkaannya maka  batu bergambar sebenarnya sudah masuk kategori antique stone, dimana gambar-gambar yang menyerupai gambarannya manusia, binatang dan benda lainnya hanya satu-satunya didunia dan tidak ada kembarannya. Kalau agenda keunikan dan kelangkaan ditarik dari perspektif ekonomi maka batu bergambar mengkonstruksi nilai dollar Amerika Serikat atau Pounsterling atau Uro. Bagaimana kalau batu bergambar dihubungkan dengan metafisika, dimana batu bergambar sendiri dapat "berbicara" menurut auranya?  Yang pasti nilai seni adalah bebas nilai  sehingga para penikmatnya sah dan dibenarkan mendalami batu bergambar dari dimensi teknisnya dan sekaligus dari dimensi metafisikanya. Bahkan jauh lebih daripada itu. Kolektor batu bergambar boleh-boleh saja menempatkan koleksinya sebagai jimat atau barang bertuah...   

Tidak ada komentar:

SENI AKIK BERGAMBAR YANG TERGOLONG LANGKA, ONLY ONE IN THE WORLD

Loading...